Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Thursday, February 5, 2009

i love this poem

Forget his name forget his face

Forget his kiss and his embrace

Forget his love that you once knew

Remember now there’s someone new

Forget the fun that you once shared

Forget the fact that he once cared

Forget the times you spent together

Remember now he’s gone forever

Forget how you memorized his walk

Forget the way he used to talk

Forget the things he used to say

Remember now he’s gone away

Forget the way he used to phone

Forget the you were alone

Forget he was your whole real world

Remember now he loves another girl

Forget his gentle teasing way

Forget the fact that you saw him today

Forget the things he used to do

Remember now she loves him too

Forget him when they play your song

Forget you cried all night long

Forget how close you once were

Remember now he’s chosen her

Forget the thrill when he walks by

Forget the times he made you cry

Forget the way he spoke your name

Remember now you’re not to blame

Forget the way he used to look

Forget the loving you once took

Forget the times he made you sad

Remember now she makes him glad


lanjut, juragan !!!

Monday, January 26, 2009

aku masih harus belajar untuk percaya

aku ada sebuah kata bijak dari seseorang yang udah bikin aku nyadarin sesuatu.
dia bilang,


seorang lelaki bukan bener2 seorang lelaki ketika dia tidak bisa mempertanggungjawabkan ucapannya.
menjadi menijikkan ketika ia harus menarik ucapan dan menjilat ludahnya sendiri.
ia tak lebih dari seorang banci yang ketakutan saat harus menghadapi sebuah kenyataan hidup.

sebelumnya aku berpikir bahwa ucapan-ucapan yang keluar dari setiap bibir orang yang bisa kupercaya adalah benar dan benar. namun ketika kenyataan membuktikan bahwa itu semua hanya omong kosong sebagai akibat dari emosi sesaat, maka aku kembali sulit mempercayai orang. dan akupun mengerti, ketika kita sulit mempercayai orang, maka akupun menjadi sulit untuk juga dipercayai. belajar percaya memang sulit. aku sudah coba pelajari hal itu selama 17 tahun terakhir hidupku, sejak aku pertama diberi tahu dan belajar percaya bahwa kedua orang tuaku itu memanglah benar adanya sebagai orang tua kandungku. namun nyatanya hanya sedikit yang kini aku sadari menjadi suatu hal yang benar-benar membuatku yakin..

di mana sebenernya letak kesalahan atas ketidakpercayaanku? apakah salah ketika aku menaruh ketidakpercayaan kepada seseorang lantaran suatu alasan yang mungkin di mata dan pikiranku itu logis sedangkan di pikiran orang lain tidak? aku hanya ingin sesuatu yang seharusnya memang benar, dikatakan dengan benar, dan sesuatu yang tidak benar dikatakan bukan dengan kebohongan yang secara lugas dan berakhir menjadi sebuah kemunafikan.

dan diapun tak akan pernah tahu jika pikiran ini lah yang sebenarnya memenuhi otakku.
lanjut, juragan !!!

daku datannnngg

lama sekali daku ndak posting..

kini daku kembali dengan segala penat dan kesibukan yang selama ini melanda dan memporak porandakan duniaku..


dua bulan lalu ada OR ANYE, pameran kompi yang pualinnnngg kuerend di seluruh dunia..
hahahag..


huft...
ada ndak yang percaya sama jodoh? aku uda bertanya sama beberapa orang tapi aku belum dapet jawaban yang bener-bener bisa bikin aku saklek, nih. wkwkwkwk.

dunia memang sempit sekali, saking sempitnya lama-lama krasa sesak buad aku.
bukan cuma karena badanku yang tiap hari makin melar, tapi karena kondisi belakangan jugag..
fiuhhh.. jadi ndak pengen posting gila ni.. ati lagi ndak bisa diajak dame. hhag.

lanjut, juragan !!!