Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Thursday, April 9, 2009

jangan lupa buka link-nya!!!

ini 9 april ya? beneran ada pemilu..?? ah, padahal cinta pertamaku pas di SD dulu ulang tahun e (rag nyambung!)

bai de we, kira-kira uda ada yang pernah buka alamat ini blon?
http://axe-enolenem.blogspot.com/2008/06/calon-ibu-negara.html

kalo belum buruan buka terus tunjukin reaksinya lewat comment ke sini ya? hhahahaha. kalo nggak keburu pingsan tapi. wkwkwkwk


wah, kalo hari ini emang bener ada pemilu berarti orang-orang seluruh Idonesia pada nulis namaku hari ini.. tiap nyontreng selalu simbol V . Hhag, bangganya nama ve diingat banyak orang .

haduh haduh, tapi aku sendiri blun nyontreng. padal umur sudah tua, tapi katepe aja belum punya. mana bisa nyontreng??? huftt..

ati baru senep, udah lama nggak ngeblog jadinya, hibernasi berminggu-minggu. postingan kemarin juga baru sempet dipost hari ini. gag enak.. hosh.. hosh..


lanjut, juragan !!!

Wednesday, April 8, 2009

mengapa dota menjadi begitu rumit?

wawawawa . susah amat sih belajar dota?? padal uda belajar sama master-masternya di hmei tersayang dari jam 9 pagi ampe jam tujuh malem.. yang ada aku malah tambah bingung kudu beli apa di seller nya, roti juga dia nggak jual!! asemb!

berikut komentar buat para guru privat dota yang uda baek banget ngajarin pemula macem aku. (pemula???? kayaknya disebut pemula aja belum bisa. wkwkwkwk)



1. mas luphekz : hmmm... awal-awalnya enak sih diajarin mas luphek. kalo ditanyain ini buat apa itu buat apa mesti dijawab. lama-lama setelah dia maen, jawabnya jadi nggak nyambung blas. malah kadang nggak jawab.. jiahhh. malah monolog aku lama kelamaan. ada gapula maen dota .Xp


2. mas rodi : pinter bwangett, hebat jugag. tapi aku bingung sama kata-katanya yang klise. mana cepet banget pula tangan dia gerak.. serasa ngelihat hantu di layar kompi. tangan yang di kibord semacam maen piano. fiuhh. gag ngerti. tapi sepuluh jempol dah buat mas rodi (wkwkwkw. jariku besar2 nis oalnya.).


3. mas yudi : nah ini enak,. ngajarinnya bener2 jelas dan oke. tapi tetep aja kelemahan yang ada di dia fatal! lebih fatal dari kesalahannya yang keseringan lupa cukur bulu ketek. xp. Mas yudi "nggak bisa bagi konsenterasi"
masa diriku ngajak ngomong baik-baik dirinya langsung kalah pas onlen lawan mas2 yang laen??? aku malah jadi diusirrr... :(

4. mas chipp : ini guru privat pertamaku nih. pertamanya dia nggak takut pas tag deketin. tag baek2in soalnya. lama2 dia nggak sabar juga karena jadi kalah gara2 aku ajak ngobrol mulu. tapi dia mendingan marahnya nggak koak2 .. wkwkwkwk .

btw foto mas2 berempat uda tag pampang tuh. thanks so much ea? xp


udah gitu malemnya aku pulang. sampe rumah ngidupin lepi trus nyari warcraft. klik-klik!

maen dota.....



al hasil : for the first time!! AKU MENANG! wkwkwkwk bangga bwanget aku menang pake Hero Medusa .
hhag langsung nggaya aku. sms orang2 kalo aku baru aja menang dota . watatatata.
padahal ya cuma -apnpem, computer easy, v 6.51 tanpa AI pula. hahahahahg. jadi cuma lawan creeps. wkwkwkwk. tapi banggane setengah mati.

keep on fighting! hahahahaha!
lanjut, juragan !!!

udah lupa e? ? :?

kemarau masih akan datang
March 5, 2009


Mengurung rasa terlalu dalam, berhias penuh angan dan mimpi pada seorang lelaki kecil. Hingga akhirnya harapan yang memang kosong itu harus ia lepaskan meski terpaksa. Tanpa ia tahu apa yang sebenarnya.

Seiring waktu, sosok lain datang menemani hari dalam hidupnya. Tak berharap banyak, pikiran dan rasa masih terbawa oleh yang hilang. Bahkan saat sosok yang telah sekian lama menemaninya pergi, tak sedikitpun kehilangan ia tampakkan.

Dan kejadian yang sama terus berulang.


Mencoba beralih dari bayang-bayang keegoisan sang ego, ia terus mencoba mengisi kekosongan di hatinya dengan menaruh rasa pada seorang laki-laki yang berubah menjadi sangat indah di matanya. Tapi yang ia dapatkan hanyalah kekaburan, kekaburan, dan kekaburan. Membuatnya sulit melihat lagi dan menjadi buta karena kekecewaan.

Malas berdebat dengan keraguan, tambatan hati kupaksa ada. Dari ragu berganti sayang dan sayang berganti cinta. Namun fitnah yang berubah menjadi kenyataan mematahkannya. Sakit hati pertama yang dirasakannya tanpa sedikitpun isak. Semuanya terlanjur larut dalam dendam.

Menginjak masanya ia dewasa, rasa dendam yang ia tanam dan rawat masih terlalu sempurna. Dipupuknya dengan penuh harapan agar semua orang juga dapat menikmatinya. Bukankah menyenangkan jika kita hidup dengan saling berbagi? Maka dipisah-pisahkannya beberapa tali.

Tidak ada satupun tempatnya bercurah. Ia mengutuk semuanya sendiri dalam dendam dan sakit, memasung seluruhnya dalam sebuah kotak kecil di sudut hati. Di saat itu tak lagi terlintas di benaknya bayangan sang lelaki kecil, memori tentang cintanya yang tak terbalas, bahkan sakit hatinya yang membuatnya bersikap terlalu munafik. Hanya senyum palsu dan pengharapan yang besar yang ia tujukan pada seorang lelaki di luar sana. Lelaki pertama yang membuat matanya tertunduk saat menatapnya, membekukan gerak dan nafas saat saling papas, membisukan bibirnya untuk mencoba berucap padanya.. Ah, dia memang terlalu mengedepankan perasaan.

Penat dengan rasa dan kebisuan, masih dengan sikap yang ia bangun dalam predikat dirinya yang tersembunyi, lelaki kecil yang pernah menjadi bagian dari beberapa episode mimpinya datang. Ia hanya tersenyum di dalam hatinya, berusaha mengingat kembali perasaan yang dulu pernah ada untuknya, namun ternyata terlalu jauh terpendam, tertindih oleh rasa-rasa yang lain.

Ia rasa tak perlu ia susah payah menggalinya lagi, senggang lima tahun itu menyangsikan dirinya. Lelaki kecilnya tak lagi sama seperti yang dia inginkan. Merasa tak dihargai, ia pun menggandeng tangan lelaki kecilnya, lagi-lagi dengan berteduh di bawah payung kemunafikan. Ia tetap pada pendiriannya untuk mencapai sesuatu yang selalu ia ingin.

Ia sangat kuat. Sampai pada sebuah malam, setitik air mata cengeng untuk laki-laki pertama kali menetes dari pipinya. Teriring janji, ia tulus mencintainya.

Sebentar ia rasakan cinta, lelaki kecilnya pergi dengan janji akan kembali. Satu yang lelaki kecilnya inginkan darinya adalah kesetiaan. Sayang, lelaki kecilnya lupa dengan yang ia ucap. Lelaki kecilnya memang kembali, namun bukan untuknya. Ia pulang untuk orang lain yang ternyata memang jauh lebih berharga. Kesetiaan yang ingin saling dibuktikan menguap bersama senyum. Sudah saatnya image lelaki kecil beralih menjadi bajingan kecil.


Penat. Sedikit terpincang ia berusaha melangkah kembali. Bukan salah siapa atau siapa, tapi langkahnya memang sempat tertahan karena sandarannya yang telah rapuh. Tak ada lagi rasa nyaman dan pegangan, bahkan temanpun ia tak punya. Hanya seorang sahabat yang bisa mengertinya, mendengarkan dan membantunya berjalan lagi.

Dia terlalu bangga akan ruang hampa di dalam genggamannya. Bahwa baginya mencintai jauh lebih sukar daripada dicintai. Dia bangga karena bisa begitu sulit mencintai seseorang. Dia bangga karena telah menjadi dewasa berkat sang waktu. Dia bangga karena tak banyak yang mengenal betul siapa dirinya. Dia bangga karena ia jauh lebih bisa menghargai waktu dan kesetiaan.

Dan kini, dengan satu semangat lagi di hatinya ia kembali meneruskan perjalanan. Karena dia sadar bukan saatnya ia terus mengenakan topeng butut kebanggaannya.

Dia bahagia meskipun inginnya tak pernah bisa digapai.

lanjut, juragan !!!